1. Mendengkur itu normal, apalagi di kalangan pria
Mendengkur seringkali dianggap wajar, apalagi di kalangan pria. Padahal, mendengkur bisa membahayakan bagi pria maupun wanita. Pasalnya, mendengkur adalah salah satu gejala dari gangguan tidur yang disebut sleep apnea. Sleep apnea ditandai dengan berhentinya napas sata tidur, sehingga
penderita akan terbangun beberapa kali karena kehabisan napas. Jeda tanpa napas ini bisa mengurangi oksigen dalam darah, sehingga jika sleep apnea dibiarkan berkelanjutan, dikhawatirkan mengganggu jantung dan sistem sirkulasi. Beberapa penelitian juga menunjukkan hubungan antara mendengkur dengan hipertensi. Dan obesitas dan leher yang lebar konon bisa menjadi penyebab sleep apnea. Tapi, kabar baik, mendengkur maupun sleep apnea bisa diatasi. Penderita bisa berkonsultasi kepada dokter.
2. Orang dewasa ’boleh’ kurang tidur.
Menurut pakar National Sleep Foundation, orang dewasa butuh 7 hingga 9 jam tidur malam demi kesehatan. Jika kita kurang tidur, ada masalah-masalah kesehatan yang siap mengancam. Mulai dari kegemukan, tekanan darah tinggi, hingga bad mood dan menurunnya produktivitas. Anda juga membahayakan keselamatan diri dan orang lain di rumah, saat bekerja maupun di jalan.
3. Tanda insomnia adalah susah terlelap.
Susah terlelap adalah salah satu dari empat gejala yang biasanya dihubungkan dengan insomnia. Gejala lain adalah bangun tengah malam namun tidak bisa tidur lagi, sering terbangun, dan badan tak segar saat bangun tidur. Insomnia bisa merupakan adalah tanda dari gangguan tidur, gangguan kesehatan, atau gangguan psikogi. Namun insomnia bisa diatasi. Jika gejala-gejala insomnia itu terjadi beberapa kali dalam seminggu dan mulai mengganggu aktivitas di siang hari, maka penderita sebaiknya berkonsultasi kepada dokter.
4. Ngantuk di siang hari berarti kurang tidur.
Wajar jika orang ngantuk di siang hari. Biasanya, setengah jam tidur siang sudah cukup untuk membuat Anda segar kembali. Tapi, jika ngantuk berat di siang hari ini terjadi beberapa hari seminggu, bahkan setiap hari meskipun pada malam harinya cukup tidur, mungkin Anda perlu berkonsultasi kepada dokter. Mungkin Anda mengalami gangguan tidur sehingga kurang tidur di malam hari. Atau bisa saja Anda mengalami Excessive Daytime Sleepiness (EDS) atau hypersomnia, gangguan tidur yang membuat penderitanya sering ngantuk berat, meski sudah cukup tidur di malam hari. Gangguan ini berbahaya, karena bisa membuat Anda celaka saat berkendara, bekerja dan sebagainya. Di samping itu, performa kerja, mental dan emosi Anda juga akan terganggu. Tapi jangan khawatir, gangguan ini seringkali bisa disembuhkan.
5. Gangguan kesehatan semacam obesitas, diabetes, hipertensi, dan depresi tidak berhubungan dengan kualitas dan kuantitas tidur seseorang.
Banyak penelitian menemukan hubungan antara kuantitas dan kualitas tidur seseorang dengan banyak gangguan kesehatan. Contohnya, sulit tidur menghambat produksi hormon sekresi, sehingga membuat tubuh semakin mudah mengalami kelebihan berat badan. Berulangkali terbangun saat tidur juga bisa menyebabkan hipertensi dan gangguan sistem kardiovaskular. Riset juga menunjukkan kualitas tidur yang kurang baik bisa mengganggu kemampuan tubuh menggunakan insulin, yang bisa memicu diabetes. Metabolism tubuh menurun, dan meningkatkan hormon kortisol. Peningkatan hormon kortisol membuat selera makan bertambah, dan menurunkan kemampuan tubuh membakar kalori.
6. Semakin tua, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk tidur.
Para pakar menyarankan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam sehari. Meski pola tidur berubah, kebutuhan tidur tetap sama. Manula kadang terjaga di malam hari, dan sepertinya lebih tidak mengantuk daripada orang muda. Namun kebutuhan tidurnya sebenarnya sama saja. Para manula mungkin terjaga di malam hari, karena punya banyak waktu untuk tidur di siang hari.
7. Selama tidur, otak beristirahat
Saat tidur, tubuh beristirahat. Namun otak tetap bekerja dan mengontrol banyak fungsi tubuh, di antaranya bernapas. Tapi, otak juga me-recharge dirinya sehingga menjadi lebih segar setelah bangun tidur. Tidur dibagi menjadi dua tahap, REM (rapid eye movement, red) yang berkisar sekitar 90 menit, dan Non REM. Dalam tidur REM, bola mata masih bergerak, napas dan detak jantung meningkat dan menjadi tidak teratur, dan otot mulai rileks. Sedangkan Non-REM sendiri punya empat tahap, mulai dari mengantuk, saat kita bisa dengan mudah terbangun, sampai tidur lelap tahap 3 dan 4. Pada dua tahap tidur terakhir itu, kita jadi lebih sulit bangun. Dan itu sebenarnya adalah tahap yang bagus dan lebih menyegarkan.
8.Jika bangun tengah malam, dan susah tidur, lebih baik Anda menghitung domba.
Ada beberapa teknik untuk kembali tidur. Teknik yang populer memang menghitung domba pada gambar di dinding, atau pada imajinasi. Tapi itu hanya salah satu teknik. Anda bisa membayangkan sesuatu yang bikin rileks. Misalnya, membayangkan tidur di pinggir pantai dalam cuaca yang sejuk. Tapi, jika dalam 15-20 menit Anda masih tidak bisa tidur, disarankan untuk bangkit dari tempat tidur dan melakukan aktivitas yang bikin rileks. Seperti mendengarkan musik, membaca buku, atau yoga. Anda bisa melakukannya di luar kamar, dan kembali ke tempat tidur begitu mengantuk. Tapi Anda juga bisa melakukannya di kamar tidur. Jika mengidap insomnia, disarankan untuk tidak melihat jam, karena justru akan membuat Anda stres.
9. Menyalakan radio, membuka jendela, atau menyalakan/mematikan AC, adalah cara efektif mengusir kantuk saat menyetir mobil.
Jika mengantuk saat menyetir, solusi terbaik adalah menepi ke tempat yang aman dan tidur selama 15-45 menit. Minuman berkafein memang bisa mengusir kantuk dalam waktu pendek, namun efeknya baru terasa sekitar 30 menit sesudah minum. Cara lain yang terbaik adalah tidur cukup sebelum bepergian.
10. Siswa yang tertidur di kelas punya sifat malas.
Remaja butuh waktu 8,5 hingga 9,25 jam untuk tidur malam. Beberapa riset menunjukkan kalau menurut jam biologisnya, remaja cenderung tidur lebih malam dan masih tidur di pagi hari. Sementara sekolah umumnya dimulai di pagi hari, sehingga wajar kalau mereka masih mengantuk. Sementara mengantuk di siang hari adalah wajar bagi anak-anak hingga orang tua.*

